LAHIRNYA AWAN
Lihatlah ke langit pada hari yang cerah ketika awan putih yang lembut berarak.Amatilah dengan seksama untuk beberapa saat dan kamu akan melihat bahwa awan berubah bentuk dan ukurannya.Awan baru terbentuk,dan awan lain menghilang.Awan yang berumur pendek seperti awan kumulus atau "bertumpuk" terbentuk ketika matahari menyinari daratan secara tidak merata.Di beberapa tempat terbentuk gelembung udara panas yang melayang keatas melalui udara yan lebih dingin disekitarnya.Semakin keatas,gelembung udara panas mendingin sampai uap air terkondensasi membentuk awan.Gelembung udara atau sel konveksi seperti itu jarang bertahan lebih dari 20 menit.Acap kali setengah lusin sel konveksi terbentuk di tempat yang sama sehingga awan yang terbentuk dapat bertahan lebih dari 1 jam.
Sejumlah awan dapat bertumpuk-tumpuk di suatu tempat sehingga dapat terjadi hujan lokal.Kadang-kadang ketika udara lembapndan matahari bersinar terik,awan kumulus dapat membentuk arus udara internal dan sesuatu yang besar akan terjadi.Awan akan semakin membesar hingga ke atmosfer dan berubah menjdai awan badai yang dapat bertahan hingga 9 jam sebelum mencurahkan hujan badai.
1. Berawal dari kecil
Perlu beberapa saat untuk matahari menyinari beberapa daratan sehingga terbentuk awan pertama yang kecil.
2. Gelembung baru
Daerah yang sama diatas permukaan daratan sering kali tetap panas sepanjang hari sehingga gelembung udara panas selalu terbentuk ditempat yang sama.Sering kali awan yang terbentuk oleh gelembung-gelembung itu terbawa angin dan digantikan oleh awan baru sehingga terbentuk lajur awan sepanjang beberapa kilometer.
3. Membangun awan
Awan akan menguap dan menghilang ketika udara di sekelilingnya kering,jadi semakin lembap udara,semakin lambat awan menguap.Awan dapat bertahan lebih lama sepanjang hari karena gelembung udara panas yang baru naik membawa kelembapan.
4. Semakin tinggi
Hari semakin siang dan uap panas termal dengan lainnya bisa saling berdekatan sehingga membentuk sebuah awan.Udara lembap di sekitar uap panas yang pertama membantu uap panas yang berikutnya bertambah besar sebelum meluruh.Setiap awan terbentuk dari beberapa kumpulan uap air dalam perkembangan yang berbeda-beda.
5. Terbang tinggi
Pergerakan udara di dalam awan kumulus sering kali berkelompok menjadi "sel-sel",dengan dorongan kuat ke atas dan tarikan ke bawah membuatnya saling berdekatan satu sama lain.Pilot pesawat menghindari terbang di dalam awan kumulus berukuran besar karena perubahan mendadak antara udara yang terdorong ke atas dan terdesak ke bawah menyebabkan guncangan sehingga penumpang harus mengenakan sabuk pengaman.Jika awan semakin membesar,uap air dapat berubah menjadi es dan menghasilkan hujan deras.